Pedoman Analisis Mikrobiologi: Uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) pada Sediaan Farmasi

Laboratorium Mikrobiologi Farmasi IIK Pelamonia

Ilustrasi: Media ALT, AKK, dan Blanko di Laboratorium Mikrobiologi

Halo rekan-rekan mahasiswa D3 Farmasi IIK Pelamonia. Kali ini kita akan membahas salah satu prosedur wajib dalam pengujian mutu sediaan farmasi, yaitu uji cemaran mikroba melalui parameter AKK dan ALT.

1. Angka Lempeng Total (ALT)

ALT bertujuan untuk menghitung jumlah bakteri aerob mesofil yang terdapat dalam sampel. Pengujian ini memberikan gambaran tingkat kebersihan proses produksi sediaan farmasi.

  • Media: Plate Count Agar (PCA).
  • Suhu/Waktu: 35-37°C selama 24-48 jam.
  • Interpretasi: Menghitung koloni yang tumbuh pada cawan dengan jumlah 25-250 koloni.

2. Angka Kapang Khamir (AKK)

AKK digunakan untuk mendeteksi adanya cemaran jamur (kapang dan khamir) yang dapat merusak stabilitas sediaan, terutama yang mengandung bahan alam atau air tinggi.

  • Media: Potato Dextrose Agar (PDA).
  • Suhu/Waktu: 20-25°C selama 3-5 hari.
  • Interpretasi: Menghitung koloni yang tumbuh pada cawan dengan jumlah 10-150 koloni.
Rumus Perhitungan Koloni (CFU/g atau CFU/mL):
N = ΣC / [(1 x n1) + (0,1 x n2)] x d

Keterangan: ΣC (Total koloni), n1 (Jumlah cawan pengenceran pertama), n2 (Jumlah cawan pengenceran kedua), d (Faktor pengenceran pertama).

Syarat Batas Cemaran (Menurut BPOM)

Jenis Sediaan Batas ALT (CFU/g) Batas AKK (CFU/g)
Obat Tradisional (Internal) ≤ 10^4 ≤ 10^2
Kosmetik (Area Mata) ≤ 5 x 10^2 ≤ 1 x 10^2
Kosmetik Umum ≤ 10^3 ≤ 1 x 10^2

Sumber Referensi:
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Peraturan BPOM No. 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional.
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Peraturan BPOM No. 12 Tahun 2023 tentang Persyaratan Teknis Cemaran Mikroba dalam Kosmetika.
  • Farmakope Indonesia Edisi VI (2020). Uji Batas Mikroba <51>. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Bagikan Artikel Ini: